Sabtu, 26 Maret 2011

saya coba bantah


saya coba bantah

adakah tuhan

ketika kau tengadah


sekuntum teratai merah merekah

sebungkah cadas pecah


saya coba bantah

tapi, kau bungkam

serupa ceruk karang

di beranda sebelah


saya coba bantah


berapa langit

dapat kau ungkit?


hujan bangkit

di pura rimba

dengan aroma dupa

menyentuh telapak ‘nigma dewa


namun, siapa pun

yang merangkum fantasi tanah

akan tahu, seberapa jauh, ia mampu melaju


seperti waktu yang kau tuju


saya tak dapat membantah.


2008

Tidak ada komentar: