saya coba bantah
adakah tuhan
ketika kau tengadah
sekuntum teratai merah merekah
sebungkah cadas pecah
saya coba bantah
tapi, kau bungkam
serupa ceruk karang
di beranda sebelah
saya coba bantah
berapa langit
dapat kau ungkit?
hujan bangkit
di pura rimba
dengan aroma dupa
menyentuh telapak ‘nigma dewa
namun, siapa pun
yang merangkum fantasi tanah
akan tahu, seberapa jauh, ia mampu melaju
seperti waktu yang kau tuju
saya tak dapat membantah.
2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar