Sabtu, 12 Maret 2011

a. k.


I

pagi menyentuh kaki, anakku, dingin gemetar,

gemar mengurut urat nadi.


II

cangkul, sabit, bajak tertambat

di dekat selumbat,

sayup-sayup mengusik telapak.


III

kusruput kopi, sebentar lagi kupandu pelangi,

memadu warna-warni

pucuk sunyi biji padi.


IV

ibumu, anakku, sibuk menyalakan api,

pada tungku tanah dari negri entah brantah

mengepul, menguap, malu-malu, seperti terpenjara sembilu.


V

sawah, adalah kata resah, kering dan basah.


VI

palawija semusim, jagung sebatang jarum,

pancang kacang, mengukur seremoni panen raya.


VII

sebentar, rupa rawi, melerai mendung,

meredam gemuruh segulung guntur.


VIII

rantang: nasi putih, sayur asem, ikan asin, sambal terasi,

mengulas rutinitas yang getas, menetas.


IX

bumi, anakku, ranjang suci, butir samadhi,

kesetiaan mimpi.


2006


Tidak ada komentar: