setelah lelah memilih
kurengkuh rekah ruku’ dan surut sujud
pada jeluk pepat dan regang petang
akhirat terurai nokhtah misteri
tersurat di sepanjang tepi murni permadani
muara nisan tanpa desir dan gelak gelombang
batu membelah diam
kicau cipoh menguning pada solum pualam.
2005-2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar