dari celah anyaman bambu, subuh menyilik dan menghunus sebilah kilau,
menyayat ketiak malam, kusam dan seram
pohon-pohon mengernyitkan dahi, mengalur reririt parit, menuju sejengkal
kanal, sebelum sampai ke sungai
suara serangga merayap lerai.
seperti ada yang berlari, menuju pantai, dengan segenggam keremangan
dan aksen setapak gontai.
“siapa di sana?…”
hari meniup luka, dengan nafas hijau dari sepenggal alegori, kisah masa
lampau.
2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar